How To: Langsung Move On Dengan Hanya Mendengarkan Satu Lagu

Saya berencana untuk menulis ini dalam Bahasa Inggris, tapi Indonesia adalah negara yang memiliki populasi ke-4 terbesar di dunia, jadi peluang kiriman ini akan dibaca tetap banyak. Oke mari kita lanjut.

Ah, benar sekali, kita berada di topik moving on. Perlu saya definisikan bahwa tips yang saya akan jelaskan akan lebih menjurus ke berusaha menjalani hidup tanpa beban dari hubungan lama atau hubungan yang tidak terjadi (ehem, ditolak). Meskipun demikian, sebagian dari lagu ini membahas juga untuk menghargai diri sendiri. Pembaca dapat meninterpretasi sesuai selera.

Mungkin ini adalah alasan kenapa Anda meng-klik link ke blog ini. Mungkin memang Anda yang masih belum bisa melepaskan kejadian-kejadian di masa lampau. Masih terngiang, terpatri di benak yang terdalam tentang kekasih terdahulu, saat-saat yang dulu terlihat fana dan sederhana tapi kini bagaikan harta yang tak dapat digapai..

Ini tidak membantu. Saya ganti haluan.

Tugas pertama yang perlu dilakukan (selain mendengarkan lagu yang saya rekomendasikan di bawah) adalah: Tenang!

Belum dapat merelakan peristiwa masa lalu adalah hal yang normal. Memang ini yang dilakukan manusia. Sepertinya sudah banyak video yang bertebaran di Facebook dan Youtube tentang binatang seperti gajah dan beruang yang menunjukkan kalau mereka pun terpukul pada kejadian-kejadian tragis. Apalagi manusia, ya kan?

Banyak riset yang sudah dilakukan mengenai topik ini, antara lain:

Saya tidak akan mengulas isi kedua artikel jurnal tersebut, tapi saya rasa sebagian besar dari populasi manusia pernah merasakannya sendiri.

Kalau Anda seperti saya, dan memang sangat amat butuh bantuan move on karena menggangu kehidupan dan tidak tahu harus bagaimana, pertama-tama saya buka Google.

Hasil pencarian terakhir saya untuk kalimat “How to move on” di Google memberikan 371 juta hasil. Untuk “Bagaimana cara move on“, hanya 576 ribu saja. Secara statistik, pembaca Indonesia (kurang dapat mengakses konten Bahasa Inggris) memiliki kesempatan mendapatkan tips untuk move on 644 kali lipat lebih sedikit dibandingkan dengan pembaca di penjuru dunia lain! (bagi para pembaca yang sangat ini mengatakan ini salah, silakan karena memang tujuannya hanya sebagai ilustrasi). Hal ini pun belum meninjau faktor bahwa tidak semua hasil yang diberikan termasuk relevan, atau bahkan bermanfaat.

Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk prosedur teknis dalam melakukan proses menerima keadaan masa lalu dan menerjang masa depan dengan sudut pandang yang lebih positif. Saya berharap untuk berkontribusi dengan cara memberikan cara alternatif untuk menjalani proses ini dengan menelaah salah satu lagu yang dibawakan oleh PARTYNEXTDOOR feat. Drake, yaitu Come and See Me.

Saya tahu, sepertinya saya adalah penggemar berat Drake sejak dulu. Saya tidak bisa mengakui itu, karena saya pun baru mendengar sejak tahun 2015-16. Kalau ada lagu yang Anda sarankan, kontak saya ya 🙂

Kembali ke topik, lagu ini dirilis pada tahun 2016, Maret tahun ini membuatnya genap satu tahun dari tanggal rilisnya. PND (singkatan dari PARTYNEXTDOOR) adalah salah satu penyanyi dan rapper yang menjadi artis pertama yang direkrut OVO, sebuah label rekaman yang dibuat oleh sesama rapper Drake. Kedua musisi yang berasal dari Kanada tersebut sudah membuat beberapa kolaborasi lain seperti Recognize (2014). Musik mereka, menurut Spotify, adalah Cross-over RnB. Memiliki karakteristik RnB tapi dibawakan dengan elemen musik dari genre lain, seperti Pop, Reggae, dll.

Saya pun menemukan keberadaan lagu ini secara tidak sengaja di Spotify. Berhubung akun yang saya gunakan adalah akun gratis, maka sering muncul iklan tentang rilis lagu baru atau rekomendasi lagu dari lagu yang sedang kita dengarkan. Saya lupa lagu apa yang membuat saya direkomendasikan untuk mendengarkan lagu ini, tapi saya bersyukur karena setelah mendengarkannya beberapa kali saya merasa terinspirasi dari beberapa baris lirik yang dinyanyikan.

Ini adalah pandangan saya mengenai nilai-nilai apa yang dapat diambil dalam lagu ini, yang menurut saya membantu dalam proses menjalani kehidupan tanpa terbelenggu masa lalu.

PS: Bagi yang memperhatikan bahwa bagian ini bagaikan bab pendahuluan, mohon maklumi berhubung latar belakang saya dari bidang akademis 😆 . Penjelasan lengkap berada di halaman selanjutnya~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s